Langsung ke konten utama

Laporan Efektivitas Tanaman Daun Krokot Sebagai Obat Cacing ( Mikrobiologi & Parasitologi Farmasi )



BAB I
PENDAHULUAN
A. LATANG BELAKANG
Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang.
Selama ini obat yang sering digunakan untuk memberantas ketiga cacing di atas adalah pirantel pamoat, piperazin sitrat, dan mebendazol. Dari ketiganya, mebendazol tampaknya paling efektif karena terbukti menghasilkan angka penyembuhan terhadap cacing gelang 93%, cacing cambuk 91%, dan terhadap cacing kait 100%. Namun, mebendazol ternyata ada efek sampingannya. Di antaranya berupa mulas, muntah, diare, dan pusing-pusing.
Selain dengan obat modern, masyarakat juga mengenal bahan alami yang bisa digunakan untuk melawan cacing. Efektivitasnya pun tak kalah dibandingkan dengan obat farmasi. Sayangnya, obat-obat alami tadi secara ilmiah belum terbukti dengan pasti. Kalaupun penelitian telah dilakukan, biasanya masih sangat terbatas dan kurang mendalam.
Meskipun proses penyembuhannya belum diketahui dengan pasti, resep-resep tradisional macam itu mungkin masih banyak digunakan hingga sekarang. Asalkan bahannya tersedia. Sementara, penelitian terhadap bahan lain juga mulai dilakukan, meskipun masih terbatas pada penelitian laboratorium atau menggunakan hewan percobaan. Di antara tanaman yang diteliti kemampuannya melawan cacing perut itu adalah biji pinang, buah ceguk,  rimpang temu giring dan ekstrak daun krokot. ( grandahusada srisasi, 2006).
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud percobaan
            Untuk mengetahui efektivitas tanaman sebagai obat cacing
Tujuan percobaan
            Untuk menentukan efektifitas tanaman sebagai obat cacing
C. PRINSIP PERCOBAAN
            Meredam cacing dalam ekstrak tanaman dalam berbagai konsentrasi kemudian diamati banyaknya cacing yang mati setiap waktu pengamatan

BAB II
TINJAUN PUSTAKA
A. TEORI UMUM
Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular.Penyakit cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Padahal penyakit ini bisa menurunkan tingkat kesehatan anak. Di antaranya, menyebabkan anemia, IQ menurun, lemas tak bergairah, ngantuk, malas beraktivitas serta berat badan rendah. Gejala penyakit cacingan pun akan sulit dideteksi, jika jumlah cacing yang bersarang dalam tubuh masih sedikit.
Berkembangnya penyakit ini juga dipengaruhi banyak faktor mulai dari faktor iklim tropis, kebersihan tubuh, sanitasi lingkungan, sosial ekonomi dan kepadatan penduduk. ( Tan Hoan Tjay, 2007)
1.    Gejala dan tanda :
a.    Pada kasus infeksi cacing ringan, tanpa gejala atau kadang tidak menimbulkan gejala nyata. Gejala lain yang harus dikenali adalah lesu, tak bergairah, suka mengantuk, badan kurus meski porsi makan melimpah, serta suka menggaruk-garuk anusnya saat tidur karena bisa jadi itu pertanda cacing kremi sedang beraksi.
b.    -Tetapi pada kasus-kasus infeksi berat bisa berakibat fatal. Ascaris pada cacing dapat bermigrasi ke organ lain yang menyebabkan peritonitis, akibat perforasi usus dan ileus obstruksi akibat bolus yang dapat berakhir dengan kematian.
c.    Infeksi usus akibat cacingan, juga berakibat  menurunnya status gizi penderita yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga memudahkan terjadinya infeksi penyakit lain, termasuk HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Jenis penyakit parasit ini kecil sekali perhatiannya dari pemerintah bila dibandingkan dengan HIV/AIDS yang menyedot anggaran cukup besar, padahal semua bentuk penyakit sama pentingnya dan sikap masyarakat sendiri juga tak peduli terhadap penyakit jenis ini.
2. Pengobatan :
a.    Penanganan untuk mengatasi infeksi cacing dengan obat-obatan merupakan pilihan yang dianjurkan. Obat anti cacing Golongan Pirantel Pamoat (Combantrin dan lain-lain) merupakan anti cacing yang efektif untuk mengatasi sebagian besar infeksi yang disebabkan parasit cacing.
b.    Intervensi berupa pemberian obat cacing ( obat pirantel pamoat 10 mg / kg BB dan albendazole 10 mg/kg BB ) dosis tunggal diberikan tiap 6 bulan pada anak SD dapat mengurangi angka kejadian infeksi ini pada suatu daerah.
c.    Pengobatan cacingan dengan bahan alami diantaranya:
1)      Mengobati Cacingan Dengan Krokot
Bahan:
Krokot Segar
Cara membuat: Krokot dicuci sampai bersih. Langkah selanjutnya adalah merebusnya dengan 600cc air, hingga tersisa 300 cc. Minum air rebusannya selagi masih hangat, dan krokotnya juga dimakan. tapi pancinya jangan. Lakukan secara teratur 2 kali dalam sehari.
Klasifikasi:
Divisio-magnoliophyta
Kelas-magnoliopsida
Ordo-caryophyllales
Famili-portulaceae
Genus-portulaca
Spesies-portulaca olaracea              
Kegunaan: sebagai obat bisul, obat kencing nanah, jantung berdebar, obat demam, obat sakit kuning, obat disentri, obat cacing, obat borok.
Kandungan kimia: daun krokot kaya akan omega tiga, dalam 100 gram daun krokot segar mengandung 225-300 mg asam linolenat. Selain itu juga mengandung KCl, KSO4, KNO3, nicotinic acid, tanin, saponin, vitamin A,B,C, I-noradrenalin, noradrenalin, dopamin, dopa.
2)      Mengobati Cacingan Dengan Biji Pepaya (Cacing Gelang)
Bahan:
2 sendok makan biji pepaya
Madu
Cara membuat: Biji pepaya dikeringkan, kemudian ditumbuk hingga halus. Seduh dengan setengah gelas air dan tambahkan dengan sedikit madu. Minum secara teratur sehari 2 kali.
3)      Mengobati Cacingan Dengan Daun Pepaya (Cacing Kremi)
Bahan:
1 lembar daun pepaya
15 gram akar pohon bunga melati
Cara membuat: Selain biji pepaya, daun pepaya juga bisa digunakan mengobati cacing terutama cacing kremi. Cucilah semua bahan hingga bersih. Rebus semuanya dengan 600cc air, hingga tersisa 300 cc. Minum air rebusannya selagi masih hangat. Lakukan secara teratur 2 kali sehari.
4)      Mengobati Cacingan Dengan Bangle
Bahan:
-25 gram bangle
-25 gram temu hitam
-10 gram biji ketumbar
-5 buah tangkai daun sirih (diiris-iris tipis)
Cara membuat: Rebuslah keseluruhan bahan dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian diminum selagi hangat, untuk 2 kali minum. Lakukan mengkonsumsi ramuan ini secara teratur 2 kali sehari.

BAB III
METODE KERJA
A. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan antara lain :
1.    Cawan petri
2.    Gelas kimia
3.    Spoit
4.    Batang pengaduk
5.    Pinset
Bahan yang digunakan antara lain:
1.    NaCl
2.    Ekstrak krokot
3.    Pirantel (kombantrin)
4.    Cacing tanah
B. CARA KERJA
1.    Alat yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu dan juga bahan yang akan digunakan seperti cacing tanah dibersihkan dari tanah.
2.    Disiapkan 5 cawan petri  dan masing-masing ditandai dengan label 1%, 2%, 4%, kontrol negatif dan kontrol positif.
3.    Masing-masing cawan petri diisi dengan NaCl 10 ml
4.    Untuk 3 cawan petri masing-masing di tambahkan dengan ekstrak daun krokot 5 ml yang konsentrasi 1%,  2%, dan 4%
5.    Untuk cawan yang berlabel kontrol positif ditambahkan dengan 5 ml pirantel (kombantrin)
6.    Kelima cawan petri dimasukkan cacing sebanyak 4 cacing  dan di simpan di tempat yang aman.
7.    Amati secara berulang cacing tersebut dengan selang waktu 30 menit sampai semua cacing mati.
8.    Catat hasil pengamatan dan simpulkan manakah yang paling efektif untuk membunuh cacing

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
Waktu
kelompok
1%
2%
4%
C+
C-
11:00 am
1
2
3
4 H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
11:30 am
1
2
3
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
13:10
1
2
3
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
13:40
1
2
3
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
14:10
1
2
3
4H
4H
4H
4H
2P, 2H
2P, 2H
4H
4H
4H
4H
4H
4H
2M, 2H
2P, 2H
2P, 2H
07:30
1
2
3
4H
4H
4H
4M
4M
2M,2H
4M
4M
4M
4H
4H
4H
4M
1H, 3P
4M
11:00

1
2
3
2M,2P
2M,2P
1H,1P, 2M
4M
4M
2P, 2M
4M
4M
4M
2P,2H
2P,2H
2H

4M
4M
4M

11:30
1
2
3
4M
3M,1P
3M, 1H
4M
4M
4M
4M
4M
4M
3M, 1H
3M, 1H
4M
4M
4M
4M
12:00
1
2
3
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
4M
B. PEMBAHASAN
            Pada percobaan ini kita menggunakan  cacing yang direndam di dalam larutan ekstrak daun krokot yang berfungsi sebagai obat cacing. Ekstrak daun krokot yang digunakan memiliki konsentrasi yang berbeda diantaranya 1 %, 2%, dan 4%., perbedaan konsentrasi daun krokot ini bertujuan untuk memberikan kepada kita sebuah pemahaman apakah suatu cacing akan cepat mati dalah ekstrak yang rendah atau malah yang tingginya.
            Pada percobaan ini selain ekstrak daun krokot bahan lain yang digunakan ialah pirantel (kombantrin) yang merupakan kontrol negatif dan bahan untuk kontrol negatif hanya NaCl saja. Cawan petri yang digunakan ada 5 cawan dimana kelima cawan tersebut diisi dengan larutan NaCl sebanyak 10 ml.  Untuk 3 cawan petri yang telah berisi NaCl di tambahkan dengan ekstrak daun krokot sesuai dengan konsetrasi yang diiginkan  dan untuk control positif ditambahkan ditambahkan dengan pirantel (kombantrin) sedangkan pada control negatif tidak ditambah apa-apa. setelah itu tiap didalam cawan petri diberikan 4 cacing.
            Cacing yang sudah berada dalam cawan petri kita amati selama beberapa jam hingga cacing mengalami paralisis atau mati. Dari jam pertama hingga jam keempat cacing belum mengalami paralisis atau mati sedangkan pada jam kelima pada konsentari 2% dan kontrol negatif sudah ada yang paralisis jadi ekstrak mulai bekerja pada jam kelima. Dari sini juga dapat dibandingkan dengan kontrol positif yang merupakan obat cacing sendiri atau obat yang sudah dalam sediaan farmasi. Perbandingan khasiat antara ekstrak daun krokot dan pirantel (kombantrin), didapatkan bahwa ekstrak daun krokot lebih cepat memberikan efek dibandingkan pirantel.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:
1.      Ekstrak daun krokot lebih cepat bereaksi dibandingkan dengan penggunaan pirantel (kombantrin)
2.      Ekstrak daun krokot yang konsetrasi 2% lebih cepat reaksinya dibandingkan daun krokot yang konsentrasi 1% dan 4%, namun ketika ekstrak 4% bereaksi kerjanya jadi cepat.
3.      Jadi penggunaan ekstrak daun krokot lebih baik digunakan dibandingkan dengan obat pirantel atau kombantrin
B. Saran
1.      Sebaiknya bahan dan alat yang akan digunakan sudah tersedia di meja sebelum praktikum.
2.      Sebaiknya dalam cacing yang digunakan dalam percobaan memiliki kondisi yang sama-sama baik, jangan sampai ada yang terpotong karena akan menyebabkan kesalahan dalam proses percobaan dan kesalahan juga dalam penarikan kesimpulan.
DAFTAR PUSTAKA
Rante, sesilia dkk. 2016. Penuntun praktikum mikrobiologi dan parasitologi. Makassar. Poltekkes
Tjay, tan hoan, dkk. 2007. Obat-obat Penting. Jakarta. PT ele media komputindo.
Grandahusada, srisasi. 2006. Parasitologi Kedokteran. Jakarta: faklutas kedokteran universitas Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Film Stand Up Comedy Comic 8 (2013) : Rafalia Raman

Sinopsis dan Plot Cerita Film Comic 8 (2013) Diperankan oleh para comic, artis senior, dan para komedian lainnya membuat film ini menjadi lengkap. Film Comic 8 menceritakan tentang 8 orang anak muda yang terdiri dari berbagai macam latar belakang dan kisah hidup yang unik. Mereka semua bertemu secara kebetulan ketika merampok sebuah bank dalam waktu yang bersamaan. Motif mereka melakukan perampokan pun berbeda-beda. Ada yang merampok karena galau, hobby, iseng, ingin memacu adrenalin, bahkan ada yang merampok untuk menghidupi panti asuhan dan rakyat miskin, wuih uda kayak crita Robin Hood nih. Mereka berdelapan akan terbagi menjadi tiga tim dengan kemampuan dan pengalaman yang berbeda-beda. Cerita pun berkembang dari perampokan yang awalnya terlihat seperti kebetulan yang aneh, terkepung oleh pasukan polisi yang super cantik, sampai akhirnya mereka harus saling bekerja sama dan menemukan jawaban dari teka teki yang ada , serta mencari jalan keluar yang terbaik untuk ...

4 HAL YANG HARUS DIINGAT

    1. Empat hal yang membuat badan sakit : - kebanyakan bicara - kebanyakan tidur - kebanyakan makan - kebanyakan bertemu orang 2. Empat hal yang merusak tubuh : - Khawatir/cemas - Kesedihan - Kelaparan - Tidur larut malam     3. Empat hal yang membuat murung dan kesedihan : - Bohong - Kurang ajar atau tidak hormat - Berdebat tanpa pengetahuan atau informasi yang memadai - Amoral atau melakukan sesuatu tanpa rasa takut 4. Empat hal yang meningkatkan wajah berseri dan kebahagiaan : - Kesalehan - Loyalitas - Kedermawaan - Menolong sesama dengan ikhlas tanpa diminta hanya mengharap ridho ilahi 5. Empat hal yang Memberhentikan Rezeki : - Tidur di pagi hari dari sholat Subuh hingga matahari bersinar - Tidak melakukan sholat/berdoa secara teratur - Malas - Penghianatan atau ketidak-jujuran 6. Empat hal yang membawa rezeki : - Berdoa di malam hari - Tobat - Beramal - Berdzikir source : Strawberry(Facebook)

14 Cara Mengatasi Insomnia Agar Tidur Cepat : Rafalia Raman

1. Hindari Cahaya Saat Tidur Cahaya sangat mempengaruhi proses produksi dari hormon melatonin. Cahaya yang terang akan menghambat proses produksinya, dan tidak adanya cahaya akan mendorong proses produksinya. Tips: Matikan TV, komputer, atau peralatan sumber cahaya lainnya satu jam sebelum tidur. Tutupi dengan kain gelap semua peralatan sumber cahaya yang tidak bisa dimatikan. 2. Hindari Untuk Terus Melihat Ke Arah Jam Anda Bila Anda terus-terusan melirik ke arah jam saat larut malam, tidur Anda akan tersiksa. Anda akan terus menerus merasa khawatir dengan sisa waktu tidur sebelum hari sibuk Anda yang lain dimulai. Jika Anda salah satu dari orang tersebut, maka Anda harus menempatkan jam di dalam laci, bawah tempat tidur, atau putar ke arah yang bertentangan dengan jarak pandang Anda. 3. Hindari Kafein 9 Jam Sebelum Tidur 15 Tips Cara Mengatasi Insomnia Agar Tidur Cepat Kopi di pagi hari bagus untuk sebagian orang. Namun saat menjelang waktu tidur, Anda perlu menghi...