Kamis malam 2 minggu lalu, kami menonton serial on the spot.
Dan bertugas untuk menjaga ponakan ku aku dan 2 adikku. Namun tiba-tiba aku
merasa tidak enak badan langsung ku tarik selimut. Dan tertidur masih dalam
keadaan menggunakan mukenah karena belum shalat isya juga, entah aku terbangun
pukul berapa sholat isya, aku melihat ibuku sedang sholat tahajud, dan sehabis
sholat aku bilang kepada ibuku bahwa aku tidak enak badan. Aku masih terus saja
merasa lemas hingga pagi harinya. Aku terbangun untuk masak telur tahu dan
tepung. Masih merasa kurang enak badan namun Tidak seenak kemarin,
Hari jumat aku memang telah berjanji untuk menemani kiki
untuk beli hardisk, aku menunggunya hingga orang-orang sudah sholat jumat, dan
bunyi telefon berdering dari hp ku. Ternyata itu dari kakaku meminta ku membawa
barang sekitar 2 ikat yang cukup berat. Kami aku dan kiki akhirnya membawa
barang itu , kiki menunggu ku di mtc dan aku berjalan membawa barang ke
sentral, dengan cuaca yang cukup panas. Sampai di tempat ibuku aku segera
kembali ke mtc karna kiki pasti sudah menunggu sambil berjalan menuju mtc aku
singgah membeli teh kotak dingin karena aku kehausan. Sampai di mtc kami segera
ke tempat pembelian hardisk selama disana aku terus mengeluh kedinginan, hingga
menuju ke tempat makan, ke mushalla aku terus mengeluh kedinginan.
Hingga
akhirnya sore dan aku pun pulang, sampai
ditempat ibuku aku mengeluh badan ku panas. Tidak enak badan dsb. Selama di
mobil badan ku terus merasa tidak enak. Hingga sampai di rumah. Aku mengeluh
sakit kepala, ibuku memberi ku obat decolgen aku dipanggil kan mba etik namanya
diagnosa pertama aku masuk angin, maka dari itu aku diberi minum tolak angin,
baikan mi sudah itu besok pagi. Ternyata besok paginya badan ku berkeringat dan
sakit kepala ku berkurang. Namun, itu hanya bertahan sekitar 3 jam lalu kembali
lagi ibuku memutuskan memberikan obat lagi "decolgen" tapi, aku menolak aku cukup paracetamol saja
sekitar 2 kali aku meminum nya namun sakit kepala dan demam ku selalu turun
naik. Dan sempat kak ira dan kak cem melihat keadaan ku. Hingga malam tiba
sehabis makan aku terus saja muntah dan terus merasa mual.
Semua orang memberi
ku saran untuk kerumah sakit, tapi aku merasa baikan sehabis muntah dan baju
saja minum paracetamol. Semua orang telah pulang, sepupu ku menyarankan
memanggil dokter terapi nya dan aku disarankan untuk dipanggil kan dan aku
mengatakan terserah karena badan ku masih lemas, dan aku di terapi dan diagnosa
ke - 2 trombosit ku turun. Aku diminta untuk tidak tidur menggunakan bantal dan
kaki ku ditinggikan, semalaman aku sangat susah tidur karena kepala ku sakit
sekali dan selalu merasa mual dan ingin muntah. Hingga pagi menjelang, panas ku
naik lagi dan sakit kepala ku tambah menjadi. Aku menunggu adikku membelikan
sangobion karena trombosit ku turun, sehabis makan. Ibu ku menyarankan untuk
kami ke RS dan aku mengiyakan jika sehabis minum sangobion aku masih saja lemas
dan ternyata benar aku masih saja lemas dan keadaan ku semakin menurun ditambah
batuk yang cukup menyiksa ku.
Cukup lama aku menunggu untuk ke RS, hingga aku
turun, aku fikir mobil hanya tinggal siap berangkat ternyata belum, aku
menunggu di dalam mobil cukup lama, ibuku menelepon kakakku, dan menceritakan
segalanya yang akhirnya aku turun dari mobil dan tidak jadi ke RS, aku
terbaring di depan tv dalam keadaan lemah dan merasa perasaan tidak enak, itu
terus terjadi hingga berjam2 hingga kedua kakak ipar ku datang memberikan resep
yang kebetulan salah satu nya dokter, dan meminum obat itu Dan alhamdulillah
sakit di kepala ku berkurang. Bahkan dua kali konsumsi obat itu sakit kepala ku
sudah tidak ada, dan ingin memutuskan untuk ke kampus senin itu juga namun
dilarang orang2 dirumah karena takut keadaan ku yang belum pulih total.
Pada saat aku diberikan obat itu, pada saat itu pula
sebenarnya aku akan di infus oleh iparku juga tetapi tidak jadi. Keesokan, hari
nya aku dibawa oleh sepupu dan ibuku ke dokter terapi di daya, dan diagnosa ke
3 nya yaitu aku menderita maag lambung ku sudah bergeser ke kiri agak melekat di
sebelah perut bagian kiri, aku juga di saran kan untuk tidak meminum teh dulu
karena lambung ku kurang cocok dengan teh. Pada malam hari kakak ku membawa ku
ke dokter spesialis pencernaan, namun ternyata praktek dokter nya tutup.
Keesokan, harinya aku dibawa ke RS akademis dan masuk ke
bagian UGD nya, aku sempat di infus disana, namun tidak di opname disana karena
asuransi axa mandiri tidak bekerja sama dengan pihak RS akademis, pindah lah
saya siang menjelang sore ke RS awal bross, RS dimana pertama kali aku cek
kesehatan, aku masuk IGD dan diambil darah nya. Dan hasil menunjukkan aku harus
di opname, dan diagnosa akhirnya ialah thyposa. Ini tifus yang kedua kali aku
alami setelah sempat pada tahun 2014 juga sempat aku alami. Sekitar 4 hari aku
disana dan sangat terasa lamaaa sekali, malam malam dirasakan sangat sangat
menyiksa, juga sering sering menitihkan air mata, alhamdulillah banyak yang datang untuk menjenguk. Akhir kata
sehat itu sangatlah mahal harganya, oh iyaa cerita ini kulanjutkan setelah 1
tahun lalu setelah kejadian, harusnya badan ku sudah harus naik, next semoga
aku dapat membahas, soal menjadi proporsional itu bisa! Assalamualaykum :) :)

Komentar
Posting Komentar